Penyesalan tampak terlihat di raut muka nya Pak Andi, ketika istrinya terbaring di salah satu rumah sakit karena terkena penyakit yang tidak disangka - sangka menyerang istrinya yitu sakit kritis.
Sebelumnya keadaan istri nya sehat - sehat saja tidak ada keluhan ataupun gejala - gejala yang aneh, ketika itu istrinya merasakan sakit yang begitu teramat dalam kemudian Pak Andi langsung membawanya ke rumah sakit terdekat lalu apa yang terjadi dirumah sakit bukannya mendapatkan pertolongan yang segera mungkin malah sebaliknya Pak Andi di sodorkan dengan tarif biaya rumah sakit
Dan bukan hanya itu saja Pak Andi diminta uang jaminan lantaran Istri Pak Andi tidak memiliki Asuransi Kesehatan, lumayan besar sekali deposit yang diminta oleh rumah sakit yaitu 10 kali dari harga tarif kamar yang dipilih, bisa kita bayangkan apabila Pak Andi memilih kamar kelas 3 dengan tarif Rp. 200.000,- per hari berarti Pak Andi harus menyediakan dana pada saat itu juga sebesar 2 Juta Rupiah.
Pak Andi tampak bingung dan kewalahan pada waktu itu dan dia langsung mengangkat telpon gengamnya untuk menelpon sanak saudaranya untuk bermaksud meminjam uang, permasalahan dan penderitaan Pak Andi belum selesaisampai disini ternyata istrinya setelah menjalani pemeriksaan ternyata di diagnosa penyakit kanker dan harus segera dioperasi.
Biaya operasi nya pun sangat besar sekali membutuhkan dana sebesar 100 Juta lebih dan akhirnya satu persatu asset atau harta yang dimiliki oleh Pak Andi di jual satu persatu dari motor, barang - barang elektronik rumahnya sampai rumah satu - satunya yang dimiliki dan setelah operasi berjalan lancar kondisi istri Pak Andi berangsur pulih.
Penyesalan tidak memiliki Asuransi Kesehatan baru dirasakan Pak Andi dan keluarganya, pentignya sebuah Asuransi Kesehatan dimiliki oleh semua kalangan keluarga tanpa melihat kaya ataupun miskin karena setiap manusia memiliki sebuah resiko dalam kesehatannya.
Sebelumnya keadaan istri nya sehat - sehat saja tidak ada keluhan ataupun gejala - gejala yang aneh, ketika itu istrinya merasakan sakit yang begitu teramat dalam kemudian Pak Andi langsung membawanya ke rumah sakit terdekat lalu apa yang terjadi dirumah sakit bukannya mendapatkan pertolongan yang segera mungkin malah sebaliknya Pak Andi di sodorkan dengan tarif biaya rumah sakit
Dan bukan hanya itu saja Pak Andi diminta uang jaminan lantaran Istri Pak Andi tidak memiliki Asuransi Kesehatan, lumayan besar sekali deposit yang diminta oleh rumah sakit yaitu 10 kali dari harga tarif kamar yang dipilih, bisa kita bayangkan apabila Pak Andi memilih kamar kelas 3 dengan tarif Rp. 200.000,- per hari berarti Pak Andi harus menyediakan dana pada saat itu juga sebesar 2 Juta Rupiah.
Pak Andi tampak bingung dan kewalahan pada waktu itu dan dia langsung mengangkat telpon gengamnya untuk menelpon sanak saudaranya untuk bermaksud meminjam uang, permasalahan dan penderitaan Pak Andi belum selesaisampai disini ternyata istrinya setelah menjalani pemeriksaan ternyata di diagnosa penyakit kanker dan harus segera dioperasi.
Biaya operasi nya pun sangat besar sekali membutuhkan dana sebesar 100 Juta lebih dan akhirnya satu persatu asset atau harta yang dimiliki oleh Pak Andi di jual satu persatu dari motor, barang - barang elektronik rumahnya sampai rumah satu - satunya yang dimiliki dan setelah operasi berjalan lancar kondisi istri Pak Andi berangsur pulih.
Penyesalan tidak memiliki Asuransi Kesehatan baru dirasakan Pak Andi dan keluarganya, pentignya sebuah Asuransi Kesehatan dimiliki oleh semua kalangan keluarga tanpa melihat kaya ataupun miskin karena setiap manusia memiliki sebuah resiko dalam kesehatannya.

0 komentar:
Posting Komentar